Memasuki perguruan tinggi merupakan tahap penting bagi setiap anak, termasuk anak pengguna teknologi pendengaran. Persiapan tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga kemampuan anak untuk berkomunikasi, menyampaikan kebutuhannya, dan mengambil keputusan secara mandiri.
Melalui kegiatan Family Support Group yang diselenggarakan oleh Auditory-Verbal Indonesia bekerja sama dengan SOUNDLIFE Hearing Center, dibahas dua hal penting yang perlu dipersiapkan sejak dini: advokasi diri serta identifikasi minat dan bakat anak.
Pentingnya Advokasi Diri bagi Anak Pengguna Teknologi Pendengaran
Advokasi diri merupakan kemampuan anak untuk memahami kondisi dan kebutuhan dirinya, kemudian menyampaikannya kepada orang lain dengan percaya diri. Kemampuan ini sangat penting bagi anak pengguna teknologi pendengaran, terutama ketika mereka mulai memasuki lingkungan pendidikan yang lebih mandiri seperti perguruan tinggi.
Orang tua dapat mulai mengajarkan advokasi diri sejak dini dengan menjadi contoh bagi anak. Misalnya, membantu menjelaskan kebutuhan mendengar anak kepada guru dan teman di awal tahun ajaran. Seiring bertambahnya usia dan kepercayaan diri anak, peran orang tua dapat dikurangi secara bertahap sehingga anak mampu melakukan advokasi dirinya sendiri.
Dalam Family Support Group, Ibu Audi berbagi pengalaman sebagai orang tua Kak Falisha. Beliau secara aktif menyosialisasikan kondisi dan kebutuhan mendengar Kak Falisha kepada teman-teman dan guru di awal tahun ajaran. Hingga akhirnya, Kak Falisha merasa siap untuk mengadvokasi dirinya sendiri.
Pengalaman serupa juga dibagikan oleh Kak Rika. Ia merasa mampu menyampaikan kebutuhan mendengarnya dan tidak sungkan meminta bantuan guru untuk menggunakan FM system ketika dibutuhkan. Ia juga mampu mengomunikasikan kebutuhan mendengarnya saat berinteraksi dengan teman-temannya.
Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi anak ketika memasuki lingkungan baru. Di perguruan tinggi, anak diharapkan mampu menjelaskan kebutuhan komunikasinya kepada dosen, teman, maupun pihak kampus secara mandiri.
Mengenali Minat dan Bakat Anak Sebelum Memilih Jurusan Kuliah
Selain advokasi diri mengenali minat dan bakat anak juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pendidikan tinggi. Menjelang akhir masa sekolah, orang tua dapat mulai mengenalkan berbagai pilihan jurusan kuliah serta gambaran profesi yang dapat ditekuni di masa depan.
Dengan mengetahui minat dan bakat anak, pilihan jurusan dapat dipersempit sesuai dengan ketertarikan, kemampuan, dan tujuan mereka. Pemilihan jurusan yang sesuai dengan minat anak diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi mereka dalam menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.
Yang tidak kalah penting, berikan ruang bagi anak untuk ikut menentukan pilihan. Orang tua dapat memberikan informasi dan mendampingi proses pengambilan keputusan tanpa mengambil alih keputusan tersebut.
Membangun Kemandirian Anak Sejak Dini
Persiapan anak pengguna teknologi pendengaran menuju perguruan tinggi bukan hanya mengenai kesiapan akademik. Kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi juga perlu dibangun secara bertahap.
Hal ini terlihat dari pengalaman keluarga Kak Haydar. Kemampuan Haydar dalam mengadvokasi kebutuhan dirinya membuat orang tua dapat memberikan dukungan ketika ia menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren.
Ketika anak sudah mampu memahami kebutuhan dirinya dan menyampaikannya kepada orang lain, orang tua pun dapat merasa lebih percaya untuk memberikan ruang bagi anak mengambil keputusan.
Peran Orang Tua dalam Mempersiapkan Anak Menuju Perguruan Tinggi
Setiap anak memiliki perjalanan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, persiapan menuju perguruan tinggi sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.
Dua hal yang dapat mulai dilakukan orang tua sejak dini adalah:
- Mengembangkan kemampuan advokasi diri, sehingga anak mampu menjelaskan kebutuhan mendengarnya.
- Mengidentifikasi minat dan bakat, sehingga anak memiliki gambaran mengenai pilihan pendidikan dan profesi di masa depan.
Dengan dukungan yang tepat, anak pengguna teknologi pendengaran dapat semakin percaya diri untuk memasuki lingkungan pendidikan yang lebih luas dan mandiri.
Semoga Family Support Group kali ini dapat memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi Moms & Dads dalam mempersiapkan anak menuju perguruan tinggi.
Sampai jumpa di kegiatan Auditory-Verbal Indonesia berikutnya, Moms & Dads!








